Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Aceh – Aceh adalah sebuah provinsi di ujung sumatera, sekilas mendengar nama aceh, mungkin anda akan ingat, nama-nama seperti mie aceh, kopi aceh gayo, srambi mekah, qanun aceh, tsunami aceh. Tidak hanya itu, kita akan mengenal Aceh lebih jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. ya masjid ini menyimpan banyak sekali wisata sejarah dan religi untuk kita kunjungi.

Masih dengan Aceh, Traveler’s Practice ini akan mengunjungi Masjid Agung Baiturrahman di Banda Aceh. Masjid ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah dan ikon kota banda aceh atau praktek para traveler menyebut kota Mekkah, jika traveler sudah sampai banda aceh tidak ada salahnya mengunjungi tempat yang satu ini, selain melakukan beribadah, kita juga bisa mendalami lebih jauh tentang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Masjid Baiturrahman Banda Aceh mampu menampung kapasitas 30.000 orang. dan luas bangunannya mencapai 1500 M2 dan peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1879, namun jika kita menggali lebih dalam sejarahnya, konon masjid ini dibangun pada tahun 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Kota Alam. Masjid ini juga telah mengalami beberapa kali renovasi atau perbaikan.

Masjid Baiturrahman di Banda Aceh juga konon pernah digunakan sebagai benteng pekerjaan Aceh pada masa penjajahan Belanda, dan tidak luput dari ingatan kita akan bencana Tsunami Aceh tahun 2004, Masjid Baiturrahman Banda Aceh masih berdiri tegak. Hingga saat ini Masjid Baiturrahman di Banda Aceh menjadi ikon dan wisata religi di pusat kota Banda Aceh.Setiap provinsi di Indonesia memiliki lambang yang berbeda, termasuk Aceh. Provinsi yang dikenal dengan Serambi Mekkah ini memiliki beberapa simbol, salah satunya Masjid Raya Baiturrahman.

Mirip dengan Taj Mahal

Masjid yang menjadi simbol Provinsi Aceh ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Pada masa kesultanan Aceh, masjid ini merupakan tempat penyebaran agama Islam. Konon, keindahan dan kemegahannya mirip dengan Taj Mahal di India. Masjid ini semakin mirip dengan Taj Mahal karena memiliki kolam pancuran di depannya.

Diserang oleh Belanda

Pada tahun 1873, Masjid Agung Baiturrahman diserang dan dikuasai oleh Belanda. Karena diserang, masjid ini juga mengalami kerusakan. Bahkan, kerusakan masjid membuat marah warga Aceh. Mereka menyerang balik Belanda dan berhasil mengalahkan tentara Belanda yang ada di sana saat itu.

Diperbaiki

Pada tahun 1877, Belanda meminta maaf dan membangun kembali Masjid Agung Baiturrahman. Setelah diperbaiki oleh Belanda, masjid ini hanya memiliki satu kubah. Namun seiring berjalannya waktu masjid ini diperluas dan memiliki 5 kubah. Pada tahun 1991 – 1993 masjid ini diperluas lagi sehingga memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk.

Dikunjungi oleh Turis

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Baiturrahman juga digunakan sebagai tempat kunjungan wisatawan. Sebagian besar wisatawan yang datang ke masjid ini mencari sejarah dan menikmati keindahan arsitekturnya. Oh ya, replika Masjid Agung Baiturrahman ini ada di Taman Minimundus, Klagenfurt, Karintina, Austria.

Berikut adalah sejarah dari Masjid Raya Baiturrahman Aceh, dengan adanya masjid-masjid bersejarah kita dapat mengetahui bagaimana islam datang ke Indonesia. Seiring berjalannya waktu, banyak masjid-masjid megah berdiri di Indonesia tetapi berbeda dengan umat muslim yang berada didaerah terpencil yang sangat sulit mengakses masjid, karena harus menempuh jarak yang cukup jauh ke kota. Untuk menolong warga muslim yang membutuhkan tempat beribadah yang layak dan dekat, kita bisa membantu dengan menggalang donasi untuk pembangunan masjid pedesaan. Dengan dibantu yayasan yang peduli dengan kelangsungan beribadah umat muslim di pelosok-pelosok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *